Tag Archives: LiurBinatang

7. Bab | Tentang Air Liur Binatang


Hadits No. 27 :

Hadis Ibnu Umar tentang qullatain menunjukkan atas najis nya liur binatang, dan kalau tidak, maka pembatasan dengan qullatain (dua qullah) itu di dalam jawaban soal tentang jatuhnya air liur binatang atas air itu adalah sia-sia.

Hadits No. 28 :

Dari Abi Hurairah, ia berkata: Rasul SAW. bersabda: “Apabila anjing menjilat di dalam bejana salah seorang diantara kamu, maka tumpahkanlah kemudian cucilah ia tujuh kali. HR Muslim dan Nasa’i.

Syarih berkata : Tentang hadits yang sesudahnya, dan mungkin dimaksudkan hadis dua qullah dalam keadaan seperti itu, adalah karena jatuhnya air liur binatang kedalam air itu diduga binatang itu terus kencing dan buang kotoran.

Ia berkata: Hadis Abi Hurairah menunjukkan atas wajibnya mencuci tujuh kali karena jilatan anjing. Ia berkata : Dan ia mengambil dalil dengan hadis ini atas najisnya anjing, karena apabila liurnya najis sedangkan ia dalam keadaan penuh mulutnya, maka najislah mulutnya dan (hal itu) menetapkan najisnya seluruh badannya. Dan yang demikian itu karena liurnya adalah bagian dari mulutnya, maka bagian badannya yang lain lebih-lebih*), dan Jumhur berpendapat demikian.

.

*) Qias ini tidak tepat, sebab manusia itu air seninya dan anggota badannya tidak najis.

POSTING-8/Sami’na Waato’na !