Tag Archives: Bersuci Perempuan

5. Bab | Hadits yang Menerangkan Tentang Sisa Kelebihan Air Bersuci Perempuan

Hadist No. 13 :

Dari Hakim bin Amr al Ghifari , bahwa Rasul SAW. Melarang laki-laki berwudlu’ dengan bekas air yang dipakai bersuci perempuan. HR Imam yang lima kecuali Ibnu Majah dan Nasa’i. Ibnu Majah dan Nasa’i berkata : “bekas air wudlu’ perempuan”. Dan Tirmidzi mengatakan: Hadist ini Hasan, dan Ibnu Majah berkata, sesudah ia meriwayatkan hadis yang lain : “yang benar adalah hadist Hakam”.

Hadist No. 14 :

Dan dari Ibnu Abbas, bahwa Rasul SAW. Pernah mandi dengan air bekas (dipakai) Maimunah. (HR Ahmad dan Muslim).

Hadist No. 15 :

Dan dari Ibnu Abbas, dari Maimunah, bahwa Rasul SAW. Pernah wudlu’ dengan (air) bekas mandi janabat Maimunah. (HR Ahmad dan Ibnu Majah).

Hadist No. 16 :

Dan dari Ibnu Abbas, ia berkata : Sebagian isteri Nabi SAW. Mandi didalam bejana besar, lalu datanglah Nabi SAW. Akan berwudlu’ atau mandi daripadanya, maka sebagian isterinya berkata kepadanya : “Ya Rasulullah, sesungguhnya aku junub.. ”, maka ia bersabda : “Sesungguhnya air itu tidak dapat menjunubkan”. (HR Ahmad, Abu Dawud, Nasa’i, dan Tirmidzi berkata : Hadis ini Hasan-Shahih. )

Penjelasan,

Ibnu Taimiyah berkata : “Aku berkata : Kebanyakan ahli ilmu menjadikan rukhshah (Keringanan) bagi laki-laki (menggunakan) bekas air bersuci perempuan. Dan hadist-hadist tentang ini lebih shahih. Tetapi Ahmad dan Ishaq memakruhkannya apabila perempuan itu mandi sendirian, dan mereka membawa hadist Maimunah itu, sebenarnya tidak mandi sendirian, dengan mengkompromikan antara hadits Maimunah dengan hadist Hakam. Adapun tentang mandinya laki-laki dan perempuan (Suami-Isteri) dan wudlu’ mereka bersama-sama, maka hal itu tidak ada khilaf tentang bolehnya”.

POSTING-5/Sami’na Waato’na !.