2. | Bab. Wudlu’ Sebab Najis Yang Keluar Bukan Dari Qubul Dan Dubur

.

.

■ Hadits No. 314 :

Dan Ma’dan bin Abi Thalhah dan Abi Darda’, bahwa Nabi SAW. telah muntah, lalu ia berwudlu’, kemudian aku bertemu Tsaubah di masjid Damaskus lalu aku sebutkan hal itu padanya, maka katanya: Benar, sayalah yang menuangkan air wudlu’nya. (HR Ahmad, dan Tirmidzi, dan Tirmidzi mengatakan: Hadits mi adalah hadits yang paling shahih dalam bab ini.

۩۩۩۩۩

.

■ Hadits No. 315 :

Dan dari Ismail bin Ayyas dan Ibnu Juarij dan Ibnu Abi Mulaikah dan Aisyah, ia berkata: Rasululloh SAW. bersabda: “Barangsiapa muntah atau keluar darah dari hidung (mimisan), atau bersendawa yang mengeluarkan isi perut, atau keluar madzi, maka batalkanlah (sembahyangnya), lalu wudlu’lah, kemudian teruskanlah sembahyangnya, selama ia tidak berbicara.” (HR Ibnu Majah, dan Dara Quthni, dan Dara Quthni mengatakan: Para hafidz dan Sahabat Ibnu Juraij meriwayatkan hadits ini dan Ibnu Juraij dari ayahnya dari Nabi SAW. dengan Mursal.*)

*) Klik Untuk penjelasan lebih lanjutnya …

۩۩۩۩۩

.

■ Hadits No. 316 :

Dan dari Anas, ia berkata: Rasululloh SAW. pernah berbekam, lalu Ia sembahyang dan tidak berwudlu’, dan ia tidak menambah mencuci bekas bekamannya. (HR Dara Quthni).

۩۩۩۩۩

.

—————Syarih berkata: Hadits ini dijadikan dalil, bahwa muntah adalah termasuk perkara yang membatalkan wudlu’. Perkataan “barang siapa muntah atau keluar darah dari hidung atau bersendawa yang mengeluarkan isi perut” itu, syarih berkata: Perkataan qalas bisa dibaca qalasun dan bisa dibaca qalsun. Menurut Al Khalil qalas yaitu sesuatu yang keluar dari kerongkongan yang memenuhi mulut atau kurang dan itu dan tidak muntah, dan kalau sampai keluar dan mulut maka itu muntah.

—————Dan di dalam Kitab An Nihayah disebutkan: qalas yaitu apa yang keluar dan dalam perut, kemudian pengarang An Nihayah menyebutkan seperti perkataan Al Khalil di atas. Dan hadits ini menunjukkan bahwa muntah, mimisan, bersendawa (mengeluarkan sesuatu) dan keluar madzi adalah membatalkan wudlu’. Syarih berkata: Tetapi hadits Anas menunjukkan bahwa keluarnya darah tidak membatalkan wudlu’.

—————Mushannif rahimahullah berkata: Dan telah sah dari segolongan Sahabat, mereka tidak berwudlu’ karena mengeluarkan darah yang sedikit, dan hadits Anas itu dimasukkan di sini. Sedang hadits sebelumnya yang dimaksudkan adalah darah yang banyak lagi kotor seperti mahdzhab Ahmad dan orang yang setuju dengannya, dengan jalan jam’ (kompromi) antara keduanya.

—————Pcrkataan “maka batalkanlah sembahyangnya, lalu wudlu’lah” kemudian teruskanlah sembahyangnya selama ia tidak berbicara” itu, dijadikan dalil, bahwa hadas tidak membatalkan sembahyang. Dan yang sahih, hadas membatalkan sembahyang karen ada hadits Thalq bin Au yang diriwayatkan oleh Imam yang lima, Thalq berkata:  “Rasululloh SAW. bersabda: “Apabila salah seorang di antara kamu mengeiuarkan angin di waktu sembahyang, maka batalkanlah dan wudlu’lah dan ulangilah sembahyang.”

.

.

POSTING |91| Samina, Waatona !.

.

______________________________

.

About Imam Asy Syaukani

Himpunan Hadits-Hadits Hukum Lihat semua pos milik Imam Asy Syaukani

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: