3. | Bab. Disyaratkan Suci Sebelum Memakai Alas Kaki

.

■ Hadits No. 301 :

Dari Mughirah bin Syu’bah, ia berkata: Aku pemah bersarna Nabi SAW. pada suatu malam dalam suatu perjalanan, lalu aku tuangkan air untuk Nabi SAW. dari kirbah  (yaitu tempat air dari kulit),  lalu Ia membasuh muka­nya, dan membasuh dua lengannya, serta mengusap kepalanya, kemu­dian aku membungkuk untuk melepaskan dua alas kakinya, lalu Nabi SAW. ‘bersabda: “Biarlah, karena sesungguhnya aku sebelumnya memakai dalam keadaan suci,”, lalu ia mengusap keduanya. (HR Ahmad, Bukhari dan Muslim).

▫▫▫▫▫▫▫

.

■ Hadits No. 302 :

Dan bagi Abu Dawud (dikatakan): Biarkanlah dua alas kaki itu, karen a sesungguhnya aku memasukkan kedua kaki saya dalam keadaan suci, lalu Nabi SAW. mengusap keduanya.

▫▫▫▫▫▫▫

.

■ Hadits No. 303 :

Dan dari Mughirah bin Syu’bah, ia berkata: Kami pernah bertanya: Ya Rasululloh, apakah salah seorang dari kami mengusap dua alas kakinya? Ia menjawab: “Ya, apabila ia memasukkan keduanya dalam keadaan suci.” (HR Humaidi dalam Musnadnya.)

▫▫▫▫▫▫▫

.

■ Hadits No. 304 :

Dan dari Abu Hurirah, bahwa Nabi SAW. wudlu’ lalu mengusap dua Alas kakinya, Ialu aku bertanya: Ya Rasululloh, mengapa tidak engkau basuh dua kakimu itu? Ia menjawab: Karena sesungguhnya aku memasukkan kedua kakiku itu dalam keadaan suci.” (HR Ahmad)

▫▫▫▫▫▫▫

.

■ Hadits No. 305 :

Dan dari Shafwan bin AssaI, hi berkata: Rasululloh SAW. memerintahkan kepada kami, hendaknya kami mengusap kedua Alas Kaki, apabila kami memakainya dalam keadaan suci, tiga hari apabila kami dalam bepergian, dan sehari-semalam apabila kami di rumah, Dan kami tidak melepaskan keduanya karena buang air besar, kencing, dan tidur, dan kami tidak melepas keduanya kecuali karena janabat. (HR Ahmad dan Ibnu Majah. Dan Al Khatthabi berkata: Hadits ini shahih sanadnya)

▫▫▫▫▫▫▫

.

■ Hadits No. 306 :

Dan dari Abdirrahman bin Abi Bakrah dari ayahnya dari Nabi SAW. bahwa Nabi SAW. memberi keringanan bagi musafir tiga hari tiga malam, dan bagi orang yang muqim (tinggal di rumah) sehari semalam untuk mengusap alas kakinya, apabila ia dalam keadaan bersuci ketika memakainya itu. (HR Al Atsram di dalam Sunannya dan Ibnu Khuzaimah dan Dara Quthni, dan Al Khatthabi berkata: Hadits ini shahih sanadnya.

▫▫▫▫▫▫▫

.

.

Syarih berkata: Perkataan “Aku memasukkan keduanya dalam keadaan suci:” itu, menunjukkan disyaratkannya SUCI ketika memakai. Alasan tidak dilepaskannya, karena ketika memasukkan kakinya itu dalam keadaan suci. Dan apabila memasukkan kedua kaki dalam keadaan tidak suci,  itu mengharuskan untuk dilepas. Demikian pendapat As Syafi’i, Malik, Ahmad dan .ishaq. Dan hadis. ini dipakai sebagai dalil bahwa kesempurnaan kesucian pada dua kaki Itu adalah sebagai syarat,

.

.

.

POSTING |87| Samina, Waatona !.

.

 ______________________________

Bab-Bab :  Mengusap Alas Kaki (Kasut)

.

.

About Imam Asy Syaukani

Himpunan Hadits-Hadits Hukum Lihat semua pos milik Imam Asy Syaukani

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: