2. | Bab. Mengusap Kaos Kaki Dan Sandal

■ Hadits No. 297 :

Dari Bilal, ia berkata: Aku pernah melihat Rasululloh SAW. mengusap dua Alas Kaki dan tutup kepalanya. (HR Ahmad)

_________________

.

■ Hadits No. 298 :

Dan bagi Abu Dawud (dikatakan): Nabi SAW. pernah keluar buang air, aku bawakannya air, lalu ia wudlu’ dan mengusap serbannya  serta dua alas kakinya.

_________________

.

■ Hadits No. 299 :

Dan bagi Sa’id bin Mansur di dalam Kitab Sunannya dari Bilal, ia berkata: Aku mendengar Rasululloh SAW. bersabda: “Usaplah serban dan Alas kaki.”

_________________

.

■ Hadits No. 300 :

Dan dari Mughirah bin Syu’bah, bahwa Rasululloh SAW. Wudlu’ dan mengusap dua kaos kaki dan dua sandalnya. (HR Imam yang lima kecuali Nasa’i.dan disahkan Tirmidzi)

_________________

.

———-Syarih rahimahullah berkata: Khuff yaitu sejenis sepatu dari kulit yang menuutupi mata kaki, dan jarmuq itu lebih besar dari khuff, yang dipakai di atas (diluar) khuff, sedang jaurab lebih besar dari jarmuq.

———-Syarih berkata. Hadits ini menunjukkan bolehnya mengusap bagian atas dua sepatu yang sejenis dengan alas kaki, yang  sebagiannya dipotong  menutupi betis. Hal ini juga menunjukkan bolehnya mengusap jaurab. Sekaligus pula menunjukkan bolehnya mengusap dua sandal, dan menurut satu pendapat, bahwa dua sandal ini hanya boleh diusap apabila dipakai di luar jaurab.

———-As Syafi’i berkata: Tidak boleh mengusap jaurab kecuali bersama sandal yang dipakai berjalan. Al Muwaffiq berkata di dalam Al Mughni: Mengusap jaurab itu dengan dua syarat: pertama, hendaklah kaos kaki itu tebal sehingga tidak nampak kaki itu sedikit pun, kedua yang dapat dipakai untuk berjalan, ini menurut dlahirya perkataan Al Kharqy

———-Imam Ahmad berkata tentang mengusap jaurab dengan tanpa sandal sebagai berikut: Kalau iaberjalan di atasnya dan keduanya tetap melekat , pada kakinya, maka tidak mengapa, dan di dalam suatu tempat ia berkata: Diusaplah atas keduanya apabila keduanya tetap di tumit, dan di tempat lain lagi ia berkata: Apabila dia dipakai dengan memakai kaos kaki itu tidak melipat, tidak mengapa diusap, sebab kalau melipat, maka akan nampaklah tempat wudlu’ dan waktu itu tidak dianggap menutupi kulit (Nampaknya ini model kaos kaki jaman dahulu).

.

.

.

POSTING |86| Samina, Waatona !.

.

 ______________________________

Bab-Bab :  Mengusap Alas Kaki (Kasut)

.

.

About Imam Asy Syaukani

Himpunan Hadits-Hadits Hukum Lihat semua pos milik Imam Asy Syaukani

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: