20. | Bab. Wajib Membasuh Dua Kaki

.

.

.

■ Hadits No. 276:

Dari Abdillah bin Amr, ia berkata: Rasululloh SAW. pernah tertinggal dari kami dalam suatu bepergian, lalu ia menyusul kami, sedang waktu ashar telah meliwati kami, maka kami mulai berwudlu’ dan mengusap kaki-kaki kami. Abdullah bin Arnr berkata: Kemudian Nabi SAW. memanggil dengan suaranya yang tinggi: “Celaka bagi tumit-tumit dari neraka“, dua kali atau tiga kali. (HR Ahmad, Bukhari dan Muslim).

_________________________

.

■ Hadits No. 277:

Dan dari Abu Hurairah, bahwa Nabi SAW. pemah melihat seorang laki-Iaki yang tidak membasuh tumitnya, lalu ia bersabda: “Celaka bagi tumit-tumit dari neraka.” (HR Muslim).

_________________________

.

■ Hadits No. 278:

Dan dari Jabir bin Abdillah ia berkata: Rasululloh SAW. pernah melihat suatu kaum yang berwudlu’ sedang tumit-tumit mereka belum terkena air, lalu Ia bersabda: “Celaka bagi tumit-tumit dari neraka.” (HR Ahmad).

_________________________

.

■ Hadits No. 279:

Dan dari Abdullah bin Al Harits,ia berkata: Aku pemah mendengar Rasululloh SAW. bersabda: “Celaka bagi tumit-tumit, dan dalamnya telapak-telapak kaki dari neraka.” (HR Ahmad dan Dara­quthni).

_________________________

.

■ Hadits No. 280:

Dan dari Jarir bin Hazim dari Qatadah dari Anas bin Malik, bahwa ada seorang laki-Iaki yang datang kepada Nabi SAW. ­sedang ia telah berwudlu’ dan meninggalkan punggung kakinya sebesar tempat kuku lalu Nabi SAW. bersabda kepadanya: “Ulangilah lalu baguskanlah wudlu’mu.” (HR Ahmad, Abu Dawud, dan Daraquth­ni. Dan Daraquthni berkata: Jarir bin Hazim adalah bersendirian meriwayatkan dari Qatadah, sedang Jarir adalah kepercayaan).

_________________________

.

.

.

———-Perkataan “celaka bagi tumit-tumit dari neraka” itu, syarih . berkata: Hadits ini menunjukkan atas wajibnya membasuh dua kaki, dan begitulah pendapat Jumhur.

———- An Nawawi berkata: Ulama telah berselisih dalam berbagai penda­pat. Kemudian semua Ulama’ Fiqih dari kalangan ahli fatwa dalam beberapa masa dan di beberapa kota, berpendapat bahwa yang wajib adalah membasuh dua tapak kaki bersama dua mata kaki (tumit), dan tidak cukup hanya mengusap keduanya. Dan tidak wajib mengusap dengan membasuh. Dan tidak terdapat adanya pendapat yang berbeda dalam masalah ini, dari seorangpun, yang bisa mempengaruhi keijma’annya.

———-Syarih berkata: Dan hadits-hadits ini menunjukkan wajibnya membasuh dua kaki.

.

POSTING | 78 | Samina, Waatona !.

.

 ________________________________

BAB SIFAT WUDLU’ (FARDLU DAN SUNNATNYA)

.

About Imam Asy Syaukani

Himpunan Hadits-Hadits Hukum Lihat semua pos milik Imam Asy Syaukani

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: