13. Bab | Mengusap Seluruh Kepala, Sifat Mengusap Dan Hadits-Hadits Yang Menerangkan Tentang Mengusap Sebagian Kepala

.

■ Hadits No. 255 :

 Dari Abdillah bin Sa’id, bahwa Rasululloh  SAW. mengusap kepalanya dengan dua tangannya, lalu Ia menjalankan kedua tangannya ke belakang dan mengembalikannya, yaitu ia mulai dan muka kepalanya, kemudian menjalankan kedua tangannya ke tengkuknya, lalu mengembalikan kedua tangannya tadi ke tempat di mana ia memulainya. (HR Jama’ah).

_______________________________

.

■ Hadits No. 256 :

 Dan dari Rubayyi’ binti Mu’awwidz, bahwa Rasululloh  SAW. wudlu’ di tempatnya dan mengusap kepalanya, yaitu mengusap seluruh kepalanya dari atas rambut, tiap-tiap bagian tempat tumbuhnya rambut dengan tidak menggerak-gerakkan rambut dari keadaannya. (HR.  Ahmad dan Abu Dawud).

_______________________________

.

■ Hadits No. 257 :

 Dan di dalam satu lafadzh (dikatakan): Ia mengusap kepalanya dua kali, yaitu ia memulai dari belakangnya kemudian ke mukanya dan dua telinganya keduanya, luar dan dalamnya. (HR Abu Dawud, dan Tirmidzi, dan Tirmidzi mengatakan: Hadits ini  Hasan*).

  • *) Hadits Hasan (bahasa Arab: حسن Ḥasan ) adalah tingkatan hadits yang ada dibawah hadits Shahih. Menurut Imam Tirmidzi, hadits Hasan adalah hadits yang tidak berisi informasi yang bohong, tidak bertentangan dengan hadits lain dan Al-Qur’an dan informasinya tidak kabur, serta memiliki lebih dari satu Sanad[1]. Selain itu, menurut Abdul Karim, hadits Hasan juga merupakan hadits yang diriwayatkan oleh rawi terkenal dan disetujui keakuratannya oleh sebagian besar pakar hadits.

_______________________________

.

■ Hadits No. 258 :

Dan dari Anas, ia berkata: Aku melihat Rasululloh  SAW. wudlu’ padahal ia memakai sorban Qithriyah*), lalu ia memasukkan  tangannya dari bawah sorbannya, lalu mengusap muka kepalanya dan tidak melepaskan sorbannya itu. (HR Abu Dawud).

  • Qitri” ialah jenis kain kasar lagi tebal yang mempunyai unsur-unsur kemerah- merahan di dalamnya. Mungkin ini dikaitkan dengan tempat “Qatar”.

_______________________________

.

.

          Perkataan “Ia mengusap kepalanya dengan dua tangannya dst…” itu, syarih berkata: Hadits ini menunjukkan diperintahkannya mengusap  seluruh kepala. Berkatalah Ibnu Abdil Barr: Dan hadits yang paling shahih dalam bab ini adalah hadits Abdillah bin Zaid, sedang yang masyhur yang terdapat di kalangan Jumhurul Ulama’ yaitu memulai dari muka kepala ke belakangnya.

          Perkataan “Ia tidak menggerak-gerakkan rambut dari keadaannya” itu, Ibnu Ruslan berkata: Cara ini khusus bagi orang yang memiliki rambut panjang, yang apabila ia mengembalikan tangannya ke depan, maka bercerai-berailah rambut itu, dan dibolehkan dengan cara ini bagi orang yang sedang ihram.  Dan diriwayatkan dari Imam Ahmad, bahwa ia pernah ditanya: Bagaimana cara wanita mengusap kepala dan begitu juga orang yang berambut panjang seperti dia? Maka ia menjawab: Kalau ia mau hendaklah ia mengusap seperti yang diriwayatkan Rubayyi’, lalu imam Ahmad menyebutkan hadits tersebut, kemudian berkata: Demikianlah, yaitu ia meletakkan tangannya di atas tengah-tengah kepalanya kemudian ia menjalankannya ke muka, kemudian ia melepaskannya lalu meletakkannya di tempat ia memulainya, kemudian menjalankannya ke belakang.

          Perkataan “padahal ia memakai sorban Qithriyah” itu, syarih berkata: Qithriyah, atau qathriyah, yaitu semacam selimut yang berkelir merah, dan ada juga yang mengatakan kain yang dibawa dan Bahrain yaitu tempat dekat Oman. Al Azhan berkata: Dan tempat itu disebut qathar, lalu dimasuki Yanisbat kemudian dibaca qathriyah.

          Ibnul Qayyim berkata: Sesungguhnya tidaklah ada satupun hadits, yang sah dari Nabi SAW., bahwa Nabi SAW. hanya cukup mengusap sebagian kepalanya saja, tetapi apabila mengusap ubun-ubunnya, lalu ia menyempurnakan atas sorbannya 1). Ibnul Qayyim berkata: Adapun hadis Anas, maksudnya, bahwa Nabi SAW. tidak melepaskan sorbannya, sehingga diambil pengertian bahwa Nabi SAW. mengusap seluruh kepalanya, sedang hadits Mughirah menetapkan adanya mengusap semua sorban, jadi diamnya Anas itu tidak menunjukkan tidak adanya. 2).█

  • 1) Dan hal ini benar, lihat Tarjamah Bulughul Maram, oleh A. Hassan, jilid I, hlm. 58, hadits nomor: 52.   
  • 2) Hadits Mughirah tersebut berbunyi demikian: “Dan Mughirah bin Syu’bah, bahwasanya Nabi SAW. telah wudlu’ dan mengusap ubun-ubun, atas sorban, dan dua alas kaki (Kasut).” (HR Muslim)

 .

.

POSTING | 71 | Samina, Waatona !.

BAB SIFAT WUDLU’ (FARDLU DAN SUNNATNYA)

About Imam Asy Syaukani

Himpunan Hadits-Hadits Hukum Lihat semua pos milik Imam Asy Syaukani

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: