11. Bab | Membasuh Kedua Tangan Serta Dua Siku Dan Memanjangkannya

.

 ■ Hadits No. 249 :

Dari Utsman, bahwa ia berkata: Marilah aku tunjukkan pada kamu, wudlu’ Rasululloh SAW. Lalu ia mencuci mukanya dan dua tangannya sehingga menyentuh ujung-ujung lengannya, kemudian mengusap kepalanya. Kemudian ia menjalankan kedua tangannya itu pada kedua telinga dan jenggotnya, kemudian ia membasuh kedua kakinya.  (HR.Daraquthni).

 ______________________________________________

.

.

■ Hadits No. 250 :

Dan dari Abu Hurairah, bahwa ia pernah berwudlu’, Lalu ia mencuci mukanya, kemudian ia menyempurnakan wudlu’nya, Lalu ia mencuci tangan kanannya sehingga mengenai ke lengan, kemudian ia mencuci tangannya yang kiri sehingga mengenai lengan, kemudian mengusap kepalanya, kemudian mencuci kakinya yang kanan sehingga mengenai betis, kemudian berkata: Demikianlah aku melihat Rasululloh SAW. berwudlu’, dan ia berkata: Rasululloh SAW. bersabda: “Kamu orang-orang yang cemerlang muka, kedua tangan dan kakinya pada hari Kiamat nanti, karena menyempurnakan wudlu’, oleh karena itu, barangsiapa yang mampu diantara  kamu maka hendaklah memanjangkan kecemerlangan dua tangan, dua kaki dan mukanya.” (HR. Muslim).

 ______________________________________________

.

.

——————-Perkataan “sehingga menyentuh ujung-ujung dua lengan” itu, syarih berkata: Hadits ini menunjukkan wajibnya mencuci dua siku. Perkataan “sehingga mengenai lengan” dst. itu, syarih berkata: Hadits ini dan lainnya menjelaskan sunatnya memanjangkan cemerlangnya muka, dua tangan dan kaki, dan ghurrah yaitu: mencuci sesuatu dari permulaan kepala atau apa yang melampaui muka, melebihi bagian yang wajib dicuci. Sedang tahjiel yaitu: membasuh apa yang di atas siku-siku dan dua mata kaki, dan keduanya disunatkan dengan tanpa khilaf, tetapi diperselisihkan tentang ukuran yang disunatkan, dalam beberapa segi.

——————-Mushannif berkata: Salah satu seginya yaitu wajibnya mencuci dua siku, karena nash Al Qur’an masih serba mungkin karena kemujmalannya, sedangkan fi’liyah Nabi SAW. menjadi bayan atas kemujmalan Al Qur’an itu, sedang yang melampaui siku itu tidak termasuk bagian mujmal yang wajib dibasuh. (Ayat yang mujmal tersebut yaitu ‘Ilal maraafiqi‘ (sampai ke/sampai dengan siku). █

.

POSTING | 69 | Samina, Waatona !.

.

BAB SIFAT WUDLU’ (FARDLU DAN SUNNATNYA)

About Imam Asy Syaukani

Himpunan Hadits-Hadits Hukum Lihat semua pos milik Imam Asy Syaukani

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: