7. Bab | Mencuci Janggut Yang Panjang

.

https://i2.wp.com/farm3.static.flickr.com/2576/3991344387_28744c634c.jpg

.

■ Hadits No. 242 :

Dari Amr bin Absah, ia berkata: aku mohon: Ya Rasululloh, beritahulah aku tentang wudlu’! la bersabda: “Tidaklah seorang di antara kamu yang didekatkan padanya air wudlu’nya, kemudian ia berkumur dan menghisap air hidung, lalu menyemprotkannya, melainkan gugurlah kesalahan-kesalahan mulutnya dan hidungnya bersama air, kemudian apabila ia mencuci mukanya seperti yang diperintahkan Alloh padanya, melainkan gugurlah kesalahan-kesalahan mukanya dari ujung-ujung janggutnya bersama air, kemudian tidaklah. Ia mencuci kedua tangannya sampai kedua sikunya, melainkan gugurlah kesalahan-kesalahan kedua tangannya dari ujung-ujung jari-jarinya bersama air. Lalu tidaklah ia mengusap kepalanya, melainkan gugurlah kesalahan-kesalahan kepalanya dari ujung-ujung rambutnya bersama air, kemudian tidaklah ia mencuci kedua kakinya sampai mata kakinya, melainkan mesti gugurlah kesalahan-kesalahan kedua kakinya dari ujung jari-jarinya bersama air.” (HR Muslim).

◊ ◊ ◊ ◊ ◊ ◊ ◊ ◊

.

■ Hadits No. 243 :

Dan diriwayatkan oleh Ahmad, dan Ia berkata di dalam hadits tersebut: “Kemudian ia mengusap kepalanya sebagaimana apa yang diperintahkan Alloh padanya, kemudian ia mencuci kedua kakinya sampai kedua mata kaki, sebagaimana apa yang diperintahkan Alloh padanya.”

◊ ◊ ◊ ◊ ◊ ◊ ◊ ◊

.

          Syarih rahimahulloh berkata: Hadits ini termasuk. hadits-hadits yang menerangkan fadlilahnya wudIu’. Yang menunjukkan atas kebesaran masalah wudIu’, dan di sini dibawakan oleh mushannif untuk dijadikan dalil mencuci janggut yang panjang. Dan mushannif mengambil beberapa faidah, ia berkata: “Hadits ini menunjukkan, bahwa membasuh muka yang diperintahkan itu meliputi keharusan sampainya air ke ujung-ujung janggut.

Hal ini juga menunjukkan, bahwa dalamnya mulut dan hidung tidaklah termasuk muka, di mana diterangkan, bahwa mencuci muka yang diperintah itu, tidak termasuk mulut dan hidung. Dan juga menunjukkan keharusan mengusap kepala seluruhnya, dimana diterangkan bahwa mengusap yang diperintahkannya itu sampainya air ke ujung-ujung rambut. Dan

menunjukkan kewajiban tertib dalam wudlu’, karena dituturkannya dengan tertib, dan Nabi SAW. bersabda dalam beberapa tempat (dengan kata-kata) “sebagaimana yang diperintahkan Alloh kepadanya”. Perintah Alloh   yang dimaksud itu adalah yang disitu disebutkan secara tertib. (Perhatikan firman Alloh di dalam Surat Al Ma’idah : 6.).

           Syarih rahimahulloh berkata: Dan telah terdahulukan pembicaraannya, bahwa dalam mulut dan hidung termasuk  muka. █

.

.

BAB-BAB SIFAT WUDLU’ (FARDLU DAN SUNNATNYA)

POSTING | 65 | Samina, Waatona !.

.


About Imam Asy Syaukani

Himpunan Hadits-Hadits Hukum Lihat semua pos milik Imam Asy Syaukani

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: