5. Bab | Bolehnya Mengakhirkan Berkumur Dan Istinsyaq* Sesudah Membasuh Muka Dan Dua Tangan

.

.

■ Hadits No. 237:

Dari Miqdam bin Ma’di Kariba, ia berkata: Telah diberikan kepada Rasulullah SAW. air wudlu’, lalu ia berwudlu’, kemudian ia mencuci kedua tapak tangannya tiga kali, dan membasuh mukanya tiga kali, kemudian membasuh kedua lengannya masing-masing tiga kali, lalu berkumur dan mengisap air hidung tiga kali, lalu mengusap kepalanya dan kedua telinganya, luarnya dan dalamnya. (HR Abu Dawud).

◊◊◊◊◊◊◊

.

■ Hadits No. 238:

Dan Ahmad menambahkan: Dan membasuh kedua kakinya masing-masing tiga kali

◊◊◊◊◊◊◊

.

■ Hadits No. 239:

Dan dari Abbas bin Yazid dari Sufyan bin Uyainah dari Abdillah bin Muhammad bin Aqil dari Rubayyi’ binti Mu’awwidz bin Afra’ ia berkata: Aku datang kepada Rubayyi’, lalu ia mengeluarkan untukku sebuah bejana, kemudian katanya: Pada bejana inilah aku pernah mengeluarkan air wudlu’ untuk Rasulullah SAW., kemudian ia memulai dengan mencuci kedua tangannya tiga kali, sebelum memasukkannya, kemudian wudlu’, lalu ia membasuh wajahnya tiga kali, kemudian berkumur dan mengisap air hidung tiga kali, lalu membasuh kedua tangannya, kemudian mengusap kepalanya, menjalankan tangannya ke belakang dan mengembalikan ke muka, kemudian mencuci. Kedua kakinya.

◊◊◊◊◊◊◊

.

(*Istinsyaq adalah memasukkan air ke dalam hidung dengan menghirupnya sampai jauh ke dalam hidung).

Syarih rahimahullah berkata: Hadits ini menunjukkan tidak  wajibnya tertib antara berkumur, mengisap air hidung, mencuci muka dan kedua tangan, dan hadits Usman dan Abdullah bin Zaid yang terdapat di dalam Kitab Bukhari dan Muslim, dan hadits Ali yang terdapat di dalam Sunan Abu Dawud, Nasa’i, Ibnu Majah dan lainnya, menjelaskan di-dahulukannya berkumur dan menghisap air hidung sebelum mencuci muka

dan kedua tangan. Dan hadits ini termasuk dalil-dalilnya orang yang mengatakan tidak wajibnya tertib dalam wudlu’. Sedang hadits Rubayyi’ menunjukkan juga tidak wajib tertib antara berkumur, menghisap air hidung dan mencuci muka.

          Al Muwaffaq berkata di dalam Al Mughni: Dan tidak mewajibkan tertib antara keduanya (berkumur dan menghisap air hidung), dan antara mencuci wajah, karena keduanya termasuk muka, tetapi yang, disunat-kan, agar dimulai dengan keduanya sebelum membasuh  muka. Karena setiap orang yang mensifati wudlu’ Rasulullah SAW. tentu menyebutkan bahwa Rasulullah SAW. mendahulukan keduanya, kecuali sekall-sekali yang langka. Tetapi apakah wajib tertib dan berturut-turut antara keduanya dan antara seluruh anggota selain wajah? Maka dalam hal ini terdapat dua riwayat seperti tersebut diatas. █

.

BAB-BAB SIFAT WUDLU’ (FARDLU DAN SUNNATNYA)

POSTING | 63 | Samina, Waatona !.

About Imam Asy Syaukani

Himpunan Hadits-Hadits Hukum Lihat semua pos milik Imam Asy Syaukani

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: