1. Bab | Dalil Wajibnya Niat Wudlu’

.

■ Hadits No. 225:

 

Dari Umar bin Khatthab RA., ia berkata: Aku mendengar Rasulullah SAW. bersabda: “Sesungguhnya amal-amal itu (harus) dengan niat, dan sebenarnya bagi seseorang adalah menurut apa yang ia niat­kan, oleh karena itu barangsiapa hijrahnya itu karena Alloh dan Rasul-Nya, maka berarti hijrahnya itu adalah untuk Alloh dan Rosul­Nya, dan barangsiapa hijrahnya karena dunia yang hendak ia peroleh­nya atau wanita yang hendak ia nikahinya, maka (hasil) hijrahnya itu adalah menurut apa yang ia hijrahinya.” (HR.Jama’ah).

___________

.

Wudlu' di Ranu Kumbolo Gn. Semeru.

          Syarih rahimahullah berkata: Hadits ini adalah salah satu dari qa’idah-qa’idah Islam, sehingga disebut sebagai “sepertiga ilmu“, yaitu bahwa pekerjaan seseorang adalah dengan hati, anggota-anggota badan, dan lisannya; sedang pekerjaan hati adalah yang paling utama, karena hati itu sendiri dapat melakukan ibadah dengan tanpa dua anggaota yang lain itu. Al Hafidz Ibnu Hajar berkata: Ulama telah sepakat, bahwa niat adalah syarat dalam segala tujuan, tetapi mereka ikhtilaf tentang perantara-perantaranya, oleh karena itu Ulama-ulama Hanafiyah berbeda pendapat tentang dijadikannya niat sebagai syarat bagi wudlu. An Nawawi berkata: Niat adalah sengaja, yaitu kemauan hati yang sangat keras.

          Perkataan “Dan sebenarnya bagi setiap orang adalah menurut apa yang ia niatkan” itu; Ini adalah suatu penegasan Untuk dijadikannya niat dan ikhlash sebagai syarat di dalam segala amal, demikian menurut apa yang dikatakan Al Qurthubi. Dan berkatalah Ibnu Daqiqil ‘id: Jumlah kedua (wa inna maa limri-in maa nawaa) menunjukkan bahwa orang yang niat sesuatu, maka akan memperolehnya, dan setiap apa yang tidak ia niatinya, maka tidaklah ia akan memperolehnya. Perkataan “Oleh karena itu, barangsiapa hijrahnya itu karena Alloh dan Rosul-Nya” itu, yakni barangsiapa hijrahnya kepada Alloh dan Rosul-Nya, secara niat dan tujuannya, maka hijrahnya itu juga kepada  Alloh dan RosulNya menurut hukum dan syarat.

          Syarih rahirnahullah berkata: Hadits ini menunjukkan dijadikannya niat sebagai syarat di dalam amal-amal, dan amal-amal yang dikerjakan tanpa niat, maka tidak dianggap. █

 

BAB-BAB SIFAT WUDLU’ (FARDLU DAN SUNNATNYA)

 POSTING | 59 | Sami’na Waato’na !.

.

.

About Imam Asy Syaukani

Himpunan Hadits-Hadits Hukum Lihat semua pos milik Imam Asy Syaukani

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: