11. Bab | Memakai Celak, Minyak Dan Harum-Haruman

.

.

■ Hadits No. 215 :

Dari Abi Hurairah, ia berkata: Rasulullah SAW. bersabda: “Barangsiapa bercelak maka ganjilkanlah, barangsiapa berbuat demikian, maka ia telah berbuat kebaikan, dan barangsiapa tidak (berbuat) maka tidak mengapa“. (HR Ahmad dan Abu Dawud)

■■■■

.

■ Hadits No. 216 :

Dan dari Ibnu Abbas, bahwa Nabi SAW. mempunyai tempat celak yang ia memakainya setiap malam, tiga kali pada mata yang ini, dan tiga kali pada mata yang ini. (HR Ibnu Majah dan Tirmidzi)

■■■■

.

■ Hadits No. 217 :

Dan Imam Ahmad meriwayatkan dengan lafadzh: Adalah Nabi SAW. bercelak dengan ismid (adalah bahan celak dari semacam batu) setiap sebelum tidur, dan. Ia bercelak pada setiap mata tiga (kali) olesan.

■■■■

.

■ Hadits No. 218 :

Dan dari Anas, ia berkata: Rasulullah SAW. bersabda: “Aku diberi kesenangan di dunia ini, yaitu: wanita, harum-haruman, dan dijadikan kesejukan mataku dalam sembahyang”. (HR. Nasa’i)

■■■■

.

■ Hadits No. 219 :

Dan dari Nafi’ ia berkata: Adalah Ibnu Umar pernah membakar dengan kayu gaharu yang tidak dicampur dan dengan pohon kapur yang dicampur dengan kayu gaharu, lalu ia berkata: “Demikianlah Rasulullah SAW. Membakar”. (HR. Nasa’i dan Muslim)

■■■■

.

■ Hadits No. 220 :

Dan dari Abi Hurairah, bahwa Rasulullah SAW. bersabda: “Barangsiapa diberi harum-haruman, maka janganlah, menolaknya, karena sesungguhnya ia adalah ringan bebannya dan harum baunya.” (HR. Ahmad, Muslim, Nasa’i dan Abu Dawud).

■■■■

.

■ Hadits No. 221 :

Dan dari Abi Said, bahwa Nabi SAW. bersabda tentang kasturi: “Ia adalah harum-haruman yang paling harum bagi kami.” (HR. Jama’ah kecuali Bukhari dan Ibnu Majah).

■■■■

.

■ Hadits No. 222 :

Dan dari Muhamad bin Ali, ia berkata: Aku bertanya kepada Aisyah: Apakah Rasulullah SAW. biasa memberi harum-haruman? ia menjawab: “Ya, dengan harum-haruman yang khusus untuk lelaki, yaitu kasturi dan anbar”. (HR. Nasa’i dan Bukhari di dalam Tarikhnya).

■■■■

.

■ Hadits No. 223 :

Dan dari Abi Hurairah, dari Nabi SAW., ia bersabda:”Sesungguhnya harum-haruman bagi laki-laki adalah yang semerbak baunya, dan lembut warnanya, sedang harum-haruman bagi perempuan adalah yang menyolok warnanya dan lembut baunya.” (HR.Nasa’i, Tirmidzi; dan Tirmidzi berkata: “Hadits ini Hasan“).

■■■■

.

          —————Perkataan, “Barangsiapa memakai celak, maka ganjilkanlah” itu, syarih rahimahullah berkata: Hadits ini menunjukkan diperintahkannya mengganjilkan dalam bercelak. Perkataan “Demikianlah Rasulullah SAW. membakar” itu, syarih berkata: Yakni tidak dicampur dengan harum-haruman yang lain. Dan hadits ini menunjukkan dianjurkannya membakar kayu garu, karena kayu gaharu*) itu termasuk salah satu macam harum-haruman yang disenangi secara umum.

—————Perkataan “adz dzikaarah” itu, syarih berkata: adz dzikaarah apa yang lazim bagi laki-laki, dan yang dimaksud yaitu harum-haruman yang tidak ada warnanya, karena harum-haruman laki-laki adalah yang semerbak baunya dan lembut warnanya (tidak mencolok).█

■■■■

.

Kayu Gaharu

*) Pengertian Gaharu

Pohon Gaharu

—————     Gaharu merupakan substansi aromatic berupa gumpalan yang terdapat diantara sel-sel kayu dengan berbagai bentuk dan warna yang khas, serta memiliki kandungan kadar damar wangi, berasal dari pohon atau bagian pohon penghasil gaharu yang tumbuh secara alami dan telah mati, sebagai akibat dari proses infeksi yang terjadi baik secara alami atau buatan pada pohon tersebut, dan pada umumnya terjadi pada pohon Aguilaria sp. (Nama daerah : Karas, Alim, Garu dan lain-lain).

Pohon Penghasil Gaharu

—————Pohon Penghasil Gaharu (Aquilaria spp.) adalah species asli Indonesia. Beberapa species gaharu komersial yang sudah mulai dibudidayakan adalah: Aquilaria. malaccensis, A. microcarpa, A. beccariana, A. hirta, A. filaria, dan Gyrinops verstegii. serta A. crassna asal Camboja.

Kegunaan Gaharu

—————Gaharu merupakan kebutuhan pokok bagi masyarakat di negara-negara Timur Tengah yang digunakan sebagai dupa untuk ritual keagamaan. Masyarakat di Asia Timur juga menggunakannya sebagai hio. Minyak gaharu merupakan bahan baku yang sangat mahal dan terkenal untuk industri kosmetika seperti parfum, sabun, lotions, pembersih muka serta obat-obatan seperti obat hepatitis, liver, antialergi, obat batuk, penenang sakit perut, rhematik, malaria, asma, TBC, kanker, tonikum, dan aroma terapi.█

.

POSTING | 57 | Sami’na Waato’na !.

■■■■

About Imam Asy Syaukani

Himpunan Hadits-Hadits Hukum Lihat semua pos milik Imam Asy Syaukani

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: