9. Bab | Bolehnya Membiarkan Rambut, Mengaturnya Dan Dianjurkan Memendekkannya

.

■ Hadits No. 205 :

Dari Aisyah, ia berkata: Adalah rambut Nabi SAW. sampai ke daun telinga, tidak sampai ke pundak. (HR Imam yang lima kecuali Nasa’i dan disahkan oleh Tirmidzi.)

●●●●●●●

.

■ Hadits No. 206 :

Dan dari Anas bin Malik, bahwa Nabi SAW. melabuhkan rambutnya ke atas pundaknya. (HR Bukhari dan Muslim)

●●●●●●●

.

■ Hadits No. 207 :

Dan di dalam satu lafazh: Adalah rambut Nabi SAW. terurai tidak keriting dan tidak lurus, antara dua telinga dan bahunya. (HR Bukhari dan Muslim)

●●●●●●●

.

■ Hadits No. 208 :

Dan bagi Imam Ahmad dan Muslim (dikatakan): Adalah rambutnya sampai separuh telinganya.

●●●●●●●

.

■ Hadits No. 209 :

Dan dari Abi Hurairah ra., bahwa Nabi SAW. bersabda: “‘Barangsiapa mempunyai rambut, maka peliharalah“.( HR Abu. Dawud)

●●●●●●●

.

■ Hadits No. 210 :

Dan dari Abdillah bin Mughaffal, ia berkata: Rasulullah SAW. melarang mengurai rambut kecuali sewaktu-waktu.(HR Imam yang lima kecuali Ibnu Majah, dan disahkan Tirmidzi).

●●●●●●●

.

■ Hadits No. 211 :

Dan dari Abi Qatadah, bahwa sesungguhnya ia mempunyai rambut yang panjang lagi tebal, kemudian ia bertanya kepada Nabi SAW. Lalu ia diperintahkan agar mengaturnya dan agar diurai pada setiap hari. (HR Nasa’i)

●●●●●●●

.

.

.

——————–Perkataan “Adalah rambut Rasulullah SAW. sampai ke daun telinga” itu, mushannif berkata: wafrah itu rambut yang mencapai daun telinga, kalau melampauinya, maka namanya limma dan apabila melampaui dua pundak, maka namanya jummah. Syarih berkata: Hadits ini menunjukkan dianjurkan membiarkan rambut di atas kepala sampai mencapai ukuran tadi.

——————–Perkataan “di antara kedua telinga dan bahunya” itu, syarih berkata: Hadits ini menunjukkan dianjurkan membiarkan rambut dan mengurai di antara kedua pundak atau antara telinga dan bahu. Perkataan “Rasulullah SAW. Melarang mengurai rambut kecuali sewaktu-waktu” itu, syarih berkata: Yakni setiap seminggu sekali, begitulah seperti yang diriwayatkan dari Al Hasan, dan ditafsiri Imam Ahmad, sebagaimana ia menyisir satu hari dan meninggalkannya satu hari dan seterusnya. Dan sementara pendapat mengatakan, bahwa yang dimaksud dengan itu, adalah sewaktu-waktu.

——————–Dan asal makna ghibb dalam kedatangan unta, yaitu datang ke air sehari dan meninggalkannya sehari. Dan di dalam Kamus Al Muhith disebutkan ghibb dalam ziarah, yaitu ziarah tiap seminggu sekali, dan ghibb  untuk sakit panas yaitu sehari panas sehari dingin. Dan hadits ini menunjukkan makruhnya sibuk menyisir rambut pada setiap hari karena itu berlebih-lebihan, dan ada riwayat dari Fudlalah bin Ubaid menurut riwayat Abi Dawud, ia berkata: “Bahwa Rasulullah SAW. melarang kepada kita memperbanyak senang-senang.”

——————–Perkataan “Maka ia memerintahkan agar ia mengaturnya” itu, berkatalah syarih: Hadits ini perawi-perawinya seluruhnya adalah sahih, dan diriwayatkan juga oleh lmam Malik di dalam Al Muwatha’, dan lafazh hadits ini dari Qatadah, ia berkata: “Ya Rasulullah, sesungguhnya aku mempunyai rambut yang panjang, apakah aku menyisirnya? la menjawab: “Ya, dan peliharalah!“. Maka Abu Qatadah kemungkinan meminyakinya dalam sehari dua kali karena sabda Rasulullah SAW. di atas. Dan oleh karena itu tidak bertentangan dengan hadits terdahulu di dalam larangan menyisir rambut kecuali sewaktu-waktu karena kenyataannya Nabi SAW. Hanya memberi izin menyisir dan memelihara.█

.

POSTING | 55 | Sami’na Waato’na !.

.

.

About Imam Asy Syaukani

Himpunan Hadits-Hadits Hukum Lihat semua pos milik Imam Asy Syaukani

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: