8. Bab | Merubah Uban Dengan Inai, Kattan Dan Sebangsanya, Dan Makruhnya Menghitamkan

.

..

.■ Hadits No. 195 :

Dari Jabir bin Abdillah, ia berkata: Abu Kuhafah pada hari penaklukkan Mekkah telah dibawa menghadap Rasulullah SAW. , sedang kepalanya seolah-olah pohon tsaghamah (adalah sejenis pohon yang serba putih bunga dan buahnya), maka bersabdalah Rasulullah SAW. : “Bawalah ia kepada salah seorang isterinya Ialu rubahlah ia dengan sesuatu, tetapi jauhkanlah ia dari warna hitam “.
(HR. Jama’ah kecuali Bukhari dan Tirmidzi. )

◙◙◙◙◙
.

■ Hadits No. 196 :

Dan dari Muhamad bin Sirin, ia berkata: Kepada Anas pernah ditanyakan tentang semiran rambut Rasulullah SAW. , Ialu ia menjawab: Sesungguhnya Rasulullah SAW. tidak beruban kecuali sedikit, tetapi Abu Bakar dan Umar sesudahnya, mencelup dengan inai dan kattan (adalah sebangsa inai, yang biasa dipergunakan untuk mencelup). (HR Ahmad, Bukhari dan Muslim. )

◙◙◙◙◙
.

■ Hadits No. 197 :

Dan Imam Ahmad menambah: ia berkata: Dan Abu Bakar membawa Abi Kuhafah menghadap Rasulullah SAW. pada hari penaklukan Mekkah la bawanya sehingga ditempatkan di muka Rasulullah SAW. , kemudian Rasulullah SAW. bersabda kepada Abu Bakar : “Kalau engkau tinggalkan orang tua ini di rumahnya, tentu aku akan mendatanginya, karena menghormat kepada Abu Bakar”,; Lalu ia masuk Islam, Sedang janggut dan kepalanya laksana pohon tsaghamah. Lalu, ”, Rasulullah SAW. ”, bersabda: “Rubahlah keduanya dan jauhkanlah dari warna hitam.

◙◙◙◙◙
.

■ Hadits No. 198 :

Dan dari Usman bin Abdillah bin Mauhib, ia berkata: Kami masuk ke (rumah) Ummi Salamah Ialu ia mengeluarkan kepada kami sebagian rambut Rasulullah SAW. , tiba-tiba rambut itu disemir dengan inai dan kattan. (HR Ahmad, Ibnu Majah, Bukhari, tetapi Bukhari tidak menyebutkan inai dan kattan.

◙◙◙◙◙
.

■ Hadits No. 199 :

Dan dari Nafi dari Ibnu Umar, bahwa Nabi SAW. Memakai terumpah kulit dan memberikan warna kuning pada janggutnya dengan waras (Sebangsa tumbuh-tumbuhan yang mengandung warna merah) dan za’faran. Dan Ibnu Umar juga berbuat demikian. (HR Abu Dawud dan Nasa’i)

◙◙◙◙◙
.

■ Hadits No. 200 :

Dan dari Abi Dzat ra. , ia berkata: Rasulullah SAW. bersabda: “Sesungguhnya sebaik-baik bahan yang kamu pergunakan merubah uban ini, adalah inai dan kattan. “. (HR Imam yang lima dan dishahkan oleh Tirmidzi.

◙◙◙◙◙
.

■ Hadits No. 201 :

Dan dari Abi Hurairah, ia berkata: Rasulullah SAW. bersabda: “Sesungguhnya orang-orang Yahudi dan Nashrani tidak mau menyemir rambut, karena itu berbedalah dengan mereka. ” (HR. Jama’ah )

◙◙◙◙◙
.

■ Hadits No. 202 :

Dan dari Ibnu Abbas, ia berkata: Telah melintas di hadapan Rasulullah SAW. seorang laki-laki yang menyemir (rambutnya) dengan inai, lalu ia bersabda: “Alangkah baiknya ini! .. “, Kemudian melintas pula laki-laki lain yang menyemir (rambutnya) dengan inai dan kattan, maka Nabi SAW. bersabda: “Ini lebih baik dari pada tadi … ”, lalu melintas lagi laki-laki lain yang telah menyemir (rambutnya) dengan warna kuning, maka Nabi SAW. bersabda : “ …. Ini lebih bagus daripada yang dua tadi “. (HR Abu Dawud dan Ibnu Majah).

◙◙◙◙◙
.

■ Hadits No. 203 :

Dan dari Abi Ramtsah, ia berkata : Adalah Nabi SAW. menyemir dengan inai dan kattan, sedang rambutnya mencapai kedua bahu dan pundaknya. (HR. Ahmad)

◙◙◙◙◙
.

■ Hadits No. 204 :

Dan di dalam satu lafadzh bagi Ahmad dan Abu Dawud (dikatakan): Aku datang kepada Nabi SAW. bersama ayahku, dan Nabi SAW. mempunyai rambut yang panjang dan disemir dengan inai.

◙◙◙◙◙
.

Perkataan : “dan kepalanya seolah-olah pohon tsaghamah dst.” itu, syarih rahimahullah berkata: Hadts ini menunjukkan diperintahkannya merubah uban, dan itu tidak khusus bagi janggut; tetapi dimakruhkan menyemir dengan warna hitam. Demikianlah menurut segolongan Ulama. Dan An Nawawi berkata: Yang shahih, bahkan yang benar, sesungguhnya menyemir dengan warna hitam adalah haram.

                    Perkataan “dan kattan” itu, disebutkan di dalam Kamus Muhith: “al katmu dan kutmaan“. adalah tumbuh-tumbuhan yang dicampur dengan inai dan dipergunakan menyemir rambut. Syarih berkata: Kattan itu adalah tumbuh-tumbuhan yang dikenal sebagai bahan mencelup, yaitu daun nila, dan di dalam buku-buku kedokteran, kattan adalah sejenis tumbuh-tumbuhan yang tumbuh di pegunungan yang daunnya menyerupai daun aas, yang dipergunakan mencelup dengan dihaluskan.

                   Perkataanas sibtiyyah” itu, syarih berkata: dengan di kasroh sin nya, maknanya: kulit lembu dan semua kulit yang telah disamak atau disamak dengan daun salam, demikian disebutkan di dalam Kamus Al Muhith. Perkataan : dan ia memberikan warna kuning pada janggutnya dengan waras dan zafaran itu, syarih berkata: Hadts ini menunjukkan bahwa merubah uban adalah sunnah.

                    Perkataan “sesungguhnya sebaik-baik bahan yang kamu pergunakan merubah uban adalah inai dan kattan itu, syarih berkata: Hadts ini menunjukkan, bahwa inai dan kattan adalah sebaik-baik bahan untuk mengubah uban. Perkataan “sesungguhnya orang-orang Yahudi dan Nashrani tidak mau menyemir (rambut-rambut mereka), oleh karena itu berbedalah dengan mereka itu, syarih berkata: Hadts ini menunjukkan, bahwa alasan diperintahkannya menyemir dan merubah uban adalah menyalahi orang Yahudi dan Nashrani, dan dengan ini menjadi kuatlah sunatnya menyemir itu.

                    Perkataan “telah melintas di hadapan Rasulullah SAW. seorang laki-laki yang menyemir (rambutnya) dengan inai dst.” itu, syarih berkata: Hadts ini menunjukkan atas baiknya menyemir dengan inai saja, dan kalau dicampur dengan daun nila adalah lebih baik, sedang menyemir dengan warna kuning adalah lebih disukai Rasulullah SAW.

POSTING | 54 | Sami’na Waato’na !.

◙◙◙◙◙
.

About Imam Asy Syaukani

Himpunan Hadits-Hadits Hukum Lihat semua pos milik Imam Asy Syaukani

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: