6. Bab | Memotong Kumis Dan Memelihara Jenggot

.

.

■ Hadits No. 191 :

Dari Zaid bin Arqam, ia berkata: Rasulullah SAW. bersabda: “Barang siapa tidak memotong sebahagian dari kumisnya, maka tidaklah ia termasuk golongan kami.” (HR Ahmad, Nasai, Tirmidzi; dan Tirmidzi berkata: Hadits ini shahih.)

۝۝۝
.

■ Hadits No. 192 :

Dan dari Abu Hurairah, ia berkata: Rasulullah SAW. bersabda: “Potonglah kumis-kumis dan peliharalah jenggot-jenggot, berbedalah dengan orang-orang Majusi.” (HR Ahmad dan Muslim. )

۝۝۝

.

■ Hadits No. 193 :

Dan dari Ibnu Umar, dari Nabi SAW. ia bersabda: “Berbedalah dengan orang-orang musyrikin, dan peliharalah jenggot-jenggot, dan potonglah kumis-kumis.” (HR Ahmad, Bukhari dan Muslim. )

Bukhari menambah: Adalah Ibnu Umar apabila hajji atau ‘umrah, maka ia menggengam jenggotnya, apabila melebihi genggamannya, maka ia memotongnya.

۝۝۝

.

                    Syarih berkata : Dan Ulama berselisih pendapat tentang batas kumis yang harus digunting. Dan sebagian ulama salaf berpendapat dicabutnya sampai ke pangkal dan mencukurnya, karena dlahir sabda Nabi SAW. : “ Cukurlah dan peliharalah “. Dan yang demikian itu pendapat ulama-ulama Kufah, dan sebagian berpendapat, melarang mencukur dan mencabut sampai ke pangkal, dan demikian pula Imam Malik berpendapat, perlu mendidik orang yang mencukur kumis.

Selanjutnya syarih berkata : Dan berkatalah Hanbal : Abi Abdillah ditanya : Bagaimana pendapatmu tentang orang laki-laki apabila memotong kumisnya dan mencukurnya sampai ke pangkal atau ia harus memotongnya saja?, la menjawab: Kalau ia mencukur sampai pangkal, maka tidak mengapa, dan kalau ia mengambilnya dengan gunting juga tidak mengapa.

                    Abu Muhammad berkata didalam AI Mughni : Hal itu dibolehkan memilih antara mencukurya dan mengguntingnya. Perkataan “peliharalah jenggot-jenggot” itu, maknanya : biarkanlah dan janganlah mengadakan perubahan. Syarih berkata : Ada 5 (lima) riwayat tentang hadits-hadits yang membicarakan hal ini, dengan kata-kata: u’fuu, aufuu, arkhuu, arjuu, dan waffiruu, dan makna keseluruhannya adalah: biarkanlah dalam keadaannya. █

POSTING | 53 | Sami’na Waato’na !.

۝۝۝

About Imam Asy Syaukani

Himpunan Hadits-Hadits Hukum Lihat semua pos milik Imam Asy Syaukani

One response to “6. Bab | Memotong Kumis Dan Memelihara Jenggot

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: