5. Bab | Khitan

.

.

■ Hadits No. 187 :

Dari Abu Hurairah, bahwa Nabi SAW. bersabda: “Ibrahim khalilullah berkhitan sesudah mencapai usia 80 tahun, dan berkhitan dengan kapak. ” *). (HR Ahmad, Bukhari dan Muslim, hanya Imam Muslim tidak menyebut ‘umur’.)

*) Sernentara ada yang mengartikan “qadum” itu sebuah tempat.

۞۞۞۞

.

■ Hadits No. 188 :

Dan dari Sa’id bin Jubair, ia berkata: Ibnu Abbas ra. telah ditanya: Seperti siapakah engkau ketika Rasulullah SAW. meninggal dunia? la menjawab: Saya, pada waktu itu telah dikhitan, dan mereka tidak mengkhitan laki-laki, kecuali setelah ia dewasa (baligh). (HR Bukhari. )

۞۞۞۞

.

■ Hadits No. 189 :

Dan dari Ibnu Juraij, ia berkata: Aku diberi tahu dari Utsaim bin Kulaib dari ayahnya dari datuknya, bahwa ia datang kepada Nabi SAW. , maka ia berkata: Aku telah masuk Islam, maka ia bersabda: “Buanglah daripadamu rambut kekafiran. “. Rawi berkata: “Cukurlah! ”. (HR Ahmad dan Abu Dawud. )

۞۞۞۞

.

■ Hadits No. 190 :

Juraij berkata: Dan aku diberitahu oleh orang lain yang bersama dia (ada orang lain pula), bahwa Nabi SAW. bersabda kepada orang lain: “Buanglah daripadamu rambut kekafiran, dan berkhitanlah!

۞۞۞۞

.

.

                    Al Mawardi berkata: Khitan laki-laki adalah memotong kulit yang menutupi ujung kemaluan (kulup), dan dianjurkan memotong dari pangkal kulup, yaitu pada batas ujung kemaluan, sekurang -kurangnya kulit yang menutupi ujung kemaluan tersebut. An Nawawi berkata: Khitan laki-laki disebut i’dzar, sedang khitan perempuan disebut khifdhan. Perkataan “dengan qadum” itu, syarih berkata: dengan dibaca qaduum, berarti alat pertukangan kayu.

                    Dan mushannif membawakan hadits ini di dalam bab ini adalah untuk dijadikan dalil, bahwa masa khitan tidak ditentukan dengan waktu tertentu, dan itu adalah pendapat Jumhur Ulama, dan tidak wajib pada waktu masih kecil. Bagi golongan madzhab Syafi’i dalam satu pendapat menyatakan bahwa wajib bagi wali mengkhitan anak yang kecil sebelum baligh. Tetapi pendapat ini dibantah oleh hadits Ibnu Abbas. Dan bagi mereka (golongan Syafi’iyyah) pada suatu pendapat juga, bahwa diharamkan (khitan) sebelum usia sepuluh tahun, dan ini dibantah oleh satu hadits, bahwa Nabi SAW. Mengkhitan Hasan dan Husain pada hari ke tujuh dari lahirnya (HR Al Hakim dan Baihaqi dari Aisyah) dan Baihaqi sendiri meriwayatkan dari hadits Jabir.

                    An Nawawi berkata sesudah menyebut kedua pendapat ini: Dan kalau kita berpendapat dengan menggunakan dasar yang shahih, maka dianjurkan khitan pada hari ketujuh dari kelahiran anak.█

POSTING | 52 | Sami’na Waato’na !.

۞۞۞۞

.

About Imam Asy Syaukani

Himpunan Hadits-Hadits Hukum Lihat semua pos milik Imam Asy Syaukani

2 responses to “5. Bab | Khitan

  • watch dogs pc

    Have you ever thought about adding a little bit more than just your articles?
    I mean, what you say is important and all. However just imagine if you added some
    great graphics or video clips to give your posts more, “pop”!
    Your content is excellent but with images and clips, this site could definitely be
    one of the very best in its niche. Terrific blog!

  • frederik

    Mohon dijelaskan berdasarkan hadits shahih tentang Nabi Muhammad SAW di khitan…………..???
    Kalo tidak salah, ada di Kitab Shahih Imam Ahmad tentang khitannya Rasulullah SAW pada saat beliau masih berumur 7-8 hari oleh kakeknya, Abdul Muthalib………………???

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: