9. Bab | Buang Air Kecil Dengan Berdiri

.

.


■ Hadits No. 143 :

Dari Aisyah, Ia berkata: Barang siapa bercerita kepadamu, bahwa Rasulullah SAW. buang air kecil berdiri, maka janganlah kamu mempercayainya, ia tidak pernah kencing kecuali mesti dengan duduk. (HR Iman yang lima kecuali Abu Dawud, dan Tirmidzi berkata: Hadits ini adalah yang paling baik dan paling sahih dalam Bab ini)

.

■ Hadits No. 144 :

Dan dari Ja’bir, ia berkata: Nabi SAW. melarang seseorang buang air kecil dengan berdiri. (HR Ibnu Majah)

.

■ Hadits No. 145 :

Dan dari Hudzaifah, ia berkata: Bahwa Nabi SAW. sampai ke tempat pembuangan sampah suatu kaum, lalu ia buang air kecil sambil berdiri. Kemudian aku berpaling, lalu Nabi SAW. memanggil: “Kemarilah .. ”, lalu aku mendekatinya sehingga aku berdiri di dekat tumitnya, kemudian ia wudlu’ dan mengusap kedua kasutnya. (HR Jama’ah)

———-Perkataan Aisyah “ia tidak pernah kencing kecuali mesti dengan duduk” itu, syarih rahimahullah berkata: Hadis ini menunjukkan, bahwa Nabi SAW. tidak pernah buang air kecil dengan berdiri, bahkan petunjuk Nabi SAW. tentang buang air kecil adalah dengan duduk, maka buang air kecil dengan berdiri itu makruh. Tetapi perkataan Aisyah ini tidak meniadakan penetapan orang yang menetapkan terjadinya Nabi SAW. buang air kecil dengan berdiri. Dan tidak ragu-ragu lagi, bahwa biasanya Nabi SAW. buang air kecil dengan duduk, dan dlahirya buang air kecilnya Nabi SAW. dengan berdiri itu adalah untuk menunjukkan bolehnya, dan menurut satu pendapat, bahwa perbuatannya itu adalah karena suatu penyakit yang ada pada betisnya.

———-Ibnul Qayim berkata: Yang benar, bahwa Nabi SAW. berbuat (buang air kecil dengan duduk) itu adalah untuk kebersihan dan menghindari diri dari terkena buang air kecil itu.
Mushannif berkata: Dan barangkali Ia tidak duduk karena ada halangan, atau karena sakit.

.

■ Hadits No. 146 :

Dan Al Khatthabi meriwayatkan dari Abi Hurairah, bahwa Nabi SAW. pernah buang air kecil dengan berdiri, karena luka yang ada pada betisnya.

Jadi hadits Aisyah itu dimaksudkan, kalau tidak ada udzur. Dan diriwayatkan dari As Syafi’i rahimahullah, bahwa ia berkata:

Adalah orang Arab biasa mengobati penyakit pinggang dengan buang air kecil berdiri, maka ia berpedapat, bahwa barangkali pada waktu itu Nabi SAW. sedang sakit pinggang.

.

.

POSTING-39/Sami’na Waato’na !.

About Imam Asy Syaukani

Himpunan Hadits-Hadits Hukum Lihat semua pos milik Imam Asy Syaukani

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: