6. Bab | Boleh Menghadap Dan Membelakangi Kiblat Antara Bangunan-Bangunan

.

.

.

.


• Hadits No. 132 :

Dan dari Jabir bin Abdillah, ia berkata: Nabi SAW. melarang menghadap Kiblat ketika kencing, tetapi aku melihat dia sebelum wafat kurang setahun ia menghadap Kiblat. (HR Imam yang lima kecuali Nasa’i)

.


• Hadits No. 133 :

Dan dari Aisyah, ia berkata: Diberitahukan kepada Rasulullah SAW. bahwa orang-orang tidak menyukai menghadapkan kemaluan-kemaluan mereka ke Kiblat, maka Nabi SAW. bertanya: “Adakah mereka telah mengerjakannya? Rubahlah tempat dudukku ke arah Kiblat”. (HR Ahmad dan Ibnu Majah)

.


• Hadits No. 134 :

Dan dari Marwan al Ashfar, ia berkata: Aku melihat Ibnu Umar menderumkan kendaraannya dengan menghadap Kiblat lalu dia kencing dengan menghadap Kiblat. Lalu aku bertanya: Wahai Abi Abdirrahman, tidaklah yang demikian itu telah dilarang? Maka ia menjawab: Tetapi yang dilarang ia hanya di tanah lapang, apabila antara kamu dan Kiblat ada sesuatu (penghalang) , yang menutupimu, maka tidak mengapa. (HR Abu Dawud)

.

.

———-Perkataan “aku pada suatu hari naik ke rumah Hafshah, dst. ” itu, syarih rahimahullah berkata: Hadis ini menunjukkan boleh membelakangi Kiblat ketika buang air. Dan Al Baihaqi meriwayatkan dari jalan Isa al Khayyath, ia berkata: Aku berkata kepada As Sya’abi, sesungguhnya aku heran atas perbedaan Abi Hurairah dan Ibnu Umar; Nafi’ berkata dari Ibnu Umar; Aku masuk ke rumah Hafshah, lalu ada kesempatan menoleh, tiba-tiba aku mengetahui bahwa jamban Nabi SAW. menghadap Kiblat.

———-Dan Abu Hurairah berkata: Apabila salah seorang di antara kamu buang air, maka janganlah menghadap Kiblat dan janganlah membelakanginya. As Sya’abi berkata: Semuanya benar.

———-Adapun perkataan Abu Hurairah itu yang dimaksud adalah di tanah lapang, karena sesungguhnya Alloh SWT. mempunyai hamba-hamba, yaitu malaikat dan jin-jin yang sedang shalat, oleh karena itu janganlah seseorang menghadap mereka diwaktu buang air kecil atau besar, dan jangan membelakangi. Adapun jamban-jambanmu adalah bentuk rumah yang didirikan tanpa Kiblat didalamnya. Imam Bukhari berkata dalam Bab: “Tidak boleh menghadap Kiblat ketika buang air besar atau kecil kecuali dekat bangunan, dinding dsb. ”

———-Dan Al Hafidz Ibnu Hajar berkata: Dan ini adalah pendapat Jumhur, dan itu adalah pendapat yang lebih utama dengan mengkompromikan semua dalil.█

.

POSTING-36/Sami’na Waato’na !.

About Imam Asy Syaukani

Himpunan Hadits-Hadits Hukum Lihat semua pos milik Imam Asy Syaukani

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: