5. Bab | Bejana Orang-Orang Kafir

.


Hadits No. 109 :

Dari Jabir bin Abdillah, ia berkata: Kami pernah berperang bersama Nabi SAW, kemudian kami mendapatkan bagian dari bejana kaum musyrikin dan tempat-tempat minum mereka, lalu kami pergunakannya, dan (Nabi SAW. ) tidak menganggap yang demikian itu cela bagi orang-orang kafir. (HR Ahmad dan Abu Dawud)

.


Hadits No. 110 :

Dan dari Abi Tsa’labah, ia berkata: Aku bertanya kepada Rasulullah SAW. : “Sesungguhnya kami berada di bumi suatu kaum – ahli kitab – , bolehkah kami makan di bejana mereka? ”, Rasulullah SAW. menjawab: “Kalau kamu mendapatkan yang lain, maka janganlah kamu makan di bejana itu, tetapi apabila kamu tidak mendapatkan yang lain, maka cucilah dia dan makanlah dengannya. “. (HR Bukhari).

.

Hadits No. 111 :

Dan bagi Imam Ahmad dan Abu Dawud (dikatakan): Sesungguhnya daerah kami adalah daerah ahli kitab, sedangkan mereka makan daging babi dan minum arak, maka bagaimana: kami berbuat dengan bejana dan periuk-periuk mereka itu? Nabi SAW. menjawab: “Apabila kamu tidak mendapatkan yang lain, maka cucilah dengan air dan masaklah dan minumlah dengannya.

.

Hadits No. 112 :

Dan bagi Imam Tirmidzi, ia berkata: Nabi SAW. Ditanya tentang periuk-periuk orang Majusi, maka ia menjawab: “Bersihkanlah dengan dicuci dan masaklah dengannya.

.

Hadits No. 113 :

Dan dari Aisyah, bahwa seorang Yahudi telah mengundang Nabi SAW. untuk (jamuan) roti gandum dan lemak yang telah menjadi samin maka Nabi SAW. memenuhinya. (HR Ahmad).

.

Hadits No. 114 :

Dan telah sah dari Nabi SAW., berwudlu’ dari bejana orang musyrik, dan (sah pula) dari Umar, wudlu’ dari bejana orang Nasrani.

.

Mushannif rahimahullah berkata: Sebagian ahli ilmu berpendapat atas larangan menggunakan bejana orang-orang kafir, sehingga dicuci, apabila mereka termasuk golongan kafir yang tidak halal penyembelihannya, dan demikian juga dari kalangan orang-orang Nasrani di satu tempat yang secara terang-terangan di situ makan daging babi, atau menyembelih dengan gigi dan kuku, dsb. Tetapi tidak mengapa (menggunakan) bejana dari selain mereka, dengan jalan mengkompromikan (jama’) antara hadist-hadist tersebut. Dan sebagian mereka (ahli ilmu) menganjurkan mencuci semua bejana, karena hadist Hasan bin Ali, ia berkata:

.

Hadits No. 115

Aku hafal dari Rasulullah SAW. , ia bersabda: “Tinggalkanlah apa yang meragukan kamu, kepada apa yang tidak meragukan kamu” (HR Ahmad, Nasa’i, dan Tirmidzi, dan Tirmidzi mengesahkannya).


.

.

POSTING-30/Sami’na Waato’na !.

About Imam Asy Syaukani

Himpunan Hadits-Hadits Hukum Lihat semua pos milik Imam Asy Syaukani

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: