1. Bab | Tentang Bejana Emas Dan Perak

.
Hadits No. 97
.

Dari Hudzaifah, ia berkata: Aku mendengar Rasulullah SAW. bersabda: “Janganlah kamu memakai sutera dan sutera bergambar, dan janganlah kamu minum di bejana (dari) emas dan perak, dan janganlah kamu makan pada piring dari keduanya, karena sesungguhnya semuanya itu adalah untuk mereka (kafirin) di dunia dan untuk kamu di akherat“. HR Ahmad, Bukhari dan Muslim. Dan hadis ini juga diriwayatkan oleh Imam-imam hadis yang lain, kecuali khusus tentang masalah hukum makan.

.

Hadits No. 98
.

.Dan dari Ubi Salamah, bahwa Nabi SAW. bersabda: “Sesungguhnya orang yang minum di bejana dari perak, maka sebenarnya ia telah menuangkan di dalam perutnya api Jahannam. ” (HR Ahmad, Bukhari dan Muslim)

.

Hadits No. 99

Dan dari Imam Muslim (dikatakan): “Sesungguhnya orang yang makan dan minum pada bejana dari emas dan perak” .

.

Hadits No. 100

Dan dari Aisyah, dari Nabi SAW, Ia bersabda: tentang orang yang minum pada bejana dari perak: “ Seolah-olah ia telah menuangkan api di dalam perutnya. ” (HR Ahmad dan Ibnu Majah).

.


Hadits No. 101

Dari Barra’ bin Azib, ia berkata: “Rasulullah SAW. telah melarang kami minum di (bejana) perak, karena sesungguhnya siapa yang minum di bejana perak di dunia, maka tidak akan minum di bejana perak itu di akherat “. Diringkas dari Muslim.

 

.

.

.

———-Syarih rahimahullah berkata: Hadits tersebut menunjukkan atas haramnya makan dan minum di bejana dari emas dan perak.

———-An Nawawi berkata: Berkatalah rekan-rekan kami: Telah terjadi ijma’ atas haramnya makan dan minum dan seluruh penggunaan di bejana emas dan perak. Akan tetapi riwayat Dawud menerangkan, tentang haramnya minum saja, dan barangkali belum sampai kepadanya hadis tersebut. Dan qaul qadim (pendapat pertama) As Syafi’i dan Ulama-ulama Iraq (Iraqiyin) , menyatakan bahwa minum di bejana emas dan perak itu hanya makruh bukan haram, tetapi As Syafi’i kemudian menarik pendapatnya itu.

———-Syarih berkata: Adapun mempergunakan bejana-bejana dengan atau tanpa digunakan (makan, minum), maka menurut pendapat Jumhur dilarang, tetapi sebagian Ulama memberikan keringanan.

.

.

POSTING-26/Sami’na Waato’na !.

About Imam Asy Syaukani

Himpunan Hadits-Hadits Hukum Lihat semua pos milik Imam Asy Syaukani

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: