8. Bab | Air Liur Kucing

Hadits No. 29 :

Dari Kabsyah binti Ka’ab bin Malik, dan dia di bawah kekuasaan Abi Qatadah, bahwa Abi Qatadah masuk kepadanya, lalu ia menuangkan air wudlu’ untuknya, kemudian datanglah seekor kucing yang minum daripadanya, kemudian ia menyodorkan wadah itu kepadanya sehingga minumlah kucing itu daripadanya; Kabsyah berkata: Lalu Abi Qatadah melihat aku sedang memperhatikannya, kemudian ia berkata: Herankah engkau wahai anak perempuan saudaraku?, Aku menjawab: Ya. Lalu ia berkata: Sesungguhnya Rasull saw. bersabda: Sesungguhnya kucing itu tidak najis, karena sesungguhnya ia adalah di antara binatang yang keluar masuk rumah kamu. “. HR Imam yang lima dan Tirmidzi mengatakan: Hadist ini Hasan-Shahih.

Hadits No. 30 :

Dari Aisyah, dari Nabi saw. , bahwa ia pernah menyodorkan bejana kepada kucing sehingga kucing itu minum, kemudian Nabi wudlu’ dengan sisanya. HR Dara Quthni.


Syarih berkata: Dua hadist di atas menunjukkan atas sucinya mulut kucing dan air liumya, dan inilah pendapat Syafi’ I dan Al Hadi. Dan Abu Hanifah berkata: “Alir liur itu najis sebagaimana air liur binatang-binatang buas, tetapi air liur kucing diberi keringanan, yaitu dimakruhkan menggunakan air bekas jilatan kucing”. Namun pendapat Abu Hanifah itu dibantah, karena hadis dalam bab ini menjelaskan, bahwa kucing tidak najis, maka keumuman hadis tentang air liurnya binatang buas itu ditakshish(dikecualikan) atas najisnya binatang itu, dengan hadis kucing ini.

Adapun semata-mata menghukumi kucing sebagai binatang buas, itu tidak menetapkan bahwa kucing itu najis, karena tidak ada kaitan antara kenajisan dan kebuasan, karena Dara Quthni telah meriwayatkart dari hadis Abi Hurairah, ia berkata’: “Rasul SAW. pernah ditanya tentang kolam-kolam antara Mekah dan Madinah, lalu ditanyakan: Sesungguhnya anjing-anjing dan binatang-binatang buas datang ke tempat itu.. ”, kemudian ia menjawab: “Bagi binatang-binatang itu apa yang mereka minum, dan sisanya adalah untuk kita, untuk diminum dan bersuci.

As Syafi’i, Dara Quthni dan Baihaqi meriwayatkan di dalam Al Ma’rifah, pengarang Al Ma’rifah berkata: “Hadis tersebut mempunyai beberapa sanad, yang kalau dihimpun sebagiannya dengan sebagian yang lain, maka akan menjadi kuat”, dan hadist tersebut berbunyi sebagai berikut : “Bolehkah kami berwudlu’ dengan sisa,(minum) himar-himar? , Nabi SAW. menjawab:” Ya ,(boleh), dan bahkan sisa minum binatang-binatang buas seluruhnya“. Selanjutnya ia berkata: Dan dimungkinkan juga, bahwa hadis dua qullah (qullatain) yang terdahulu itu diperselisihkan, karena lewatnya binatang-binatang buas itu di air tersebut, diduga kencing dan berak.

POSTING-9/Sami’na Waato’na !.

About Imam Asy Syaukani

Himpunan Hadits-Hadits Hukum Lihat semua pos milik Imam Asy Syaukani

One response to “8. Bab | Air Liur Kucing

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: