4. Bab | Menolak Anggapan Air Musta’mal Karena Diciduk Oleh Orang Yang Berwudlu’ Untuk Membasuh Muka

Hadist No. 12 :

Dari Abdillah bin Zaid bin Ashim, bahwa ia pernah diminta : Berwudlu’lah untuk kami, sebagaimana wudlu’ Rasul SAW.! Lalu ia minta bejana, kemudian ia menuangkannya atas kedua tangannya, lalu ia basuh tiga kali, kemudian ia memasukkan kedua tangannya lalu mengeluarkannya, kemudian berkumur dan menghisap air hidung dari satu telapak tangan, kemudian ia berbuat demikian tiga kali, lalu memasukkan tangannya, kemudian mengeluarkannya, lalu membasuh wajahnya tiga kali, kemudian memasukkan tangannya lalu mengeluarkannya, kemudian membasuh kedua tangannya sampai siku-siku dua kali, kemudian memasukkan tangannya, lalu mengeluarkannya, kemudian mengusap kepalanya, yaitu ia jalankan kedua tangannya kebelakang, lalu ia kembalikannya, kemudian membasuh kedua kakinya sampai mata kaki, lalu berkata: “Demikianlah wudlu’ Rasul SAW.” (HR Ahmad, Bukhari dan Muslim, dan lafadznya dari Ahmad).

Penjelasan,

Berhemat air dalam berwudlu' ..

Perkataan : “Kemudia ia memasukkan tangannya” itu, dan dalam satu riwayat : “Kemudian ia memasukkan kedua tangannya lalu mengambil air dengan kedua tangannya”, dan didalam hadist Ibnu AbbasKemudian ia mengambil seciduk air dengan tangannya, demikian, lalu ia usapkannnya ketangannya yang satu kemudian ia membasuh dengan tangannya itu” , syarih berkata : Riwayat ini menunjukkan bolehnya tiga perkara itu, dan sesungguhnya itu adalah sunnah Nabi SAW.

(Kelanjutan hadist ini akan disebutkan di Bab Wudlu’), dan sebenarnya dibawakannya oleh Mushannif

disini, adalah untuk menolak pendapat orang yang mengira, bahwa air yang diambil (dengan tangan) sesudah membasuh wajah adalah musta’mal yang tidak patut untuk bersuci. Dan itu adalah pendapat yang bathil yamg ditolak oleh hadist ini dan lainnya, dan engkau telah tahu dari apa yang lalu, bahwa masalah ini, yakni Keluarnya air musta’mal dari fungsinya sebagai pencuci adalah bolehnya berbeda bilangan membasuh anggota wudlu’, karena Nabi SAW. Mencukupkan dalam membasuh kedua tangan dua kali, sedang anggota yang lain tiga kali. Selesai dengan ringkas.

POSTING-4/Sami’na Waato’na !.

About Imam Asy Syaukani

Himpunan Hadits-Hadits Hukum Lihat semua pos milik Imam Asy Syaukani

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: