3. | Bab. Wudlu’ Karena Tidur Sebentar, Dalam Salah Satu keadaan Sholat

.

.

■ Hadits No. 317 :

Dari Shafwan bin Assal, ia berkata: Rasululloh SAW. pernah memerintahkan kami, apabila kami dalam bepergian, hendaknya kami tidak melepaskan Alas kaki kami selama tiga hari tiga malam, kecuali karena junub.  Kecuali (hendaknya tidak perlu melepaskan) karena buang air besar, kencing dan tidur.” (HR Ahmad, Nasa’i, Tirmidzi dan Tirmidzi mengesahkannya).

₪₪₪₪₪

.

■ Hadits No. 318 :

Dan dari Ali ra., ia berkata: Rasululloh SAW. bersabda: “Mata itu tutup dubur (anus), maka barangsiapa telah tidur, hendaklah wudlu’.” (HR. Abu Dawud dan Ibnu Majah).

₪₪₪₪₪

.

■ Hadits No. 319 :

Dan dari Mu’awwidz ra., ia berkata: Rasululloh SAW. berrn sabda: “Mata itu tutup dubur, maka apabila dua mata telah tidur, maka terbukalah tutup itu.” (HR Ahmad dan Dara Quthni).

₪₪₪₪₪

.

As sah adalah nama bagi lingkaran dubur. Dan Ahmad ditanya tentang hadits Mu’awiyah dan Ali ra. dalam hal ini, maka ia menjawab: Hadits Ali lebih sah dan lebih kuat.

₪₪₪₪₪

.

■ Hadits No. 320 :

Dan dari Ibnu Abbas, ia berkata: Aku pernah bermalam di rumah bibiku, Maimunah, lalu Rasululloh SAW. berdiri (sembahyang), maka aku pun berdiri di sebelah kirinya, lalu ia memegang tanganku, kemudian memindahkan aku di sebelah kanannya, maka apabila aku mengantuk ia memegang daun telingaku. Ibnu Abbas berkata: Nabi SAW. lalu sholat sebelas raka’at. (HR Muslim).

₪₪₪₪₪

.

■ Hadits No. 321 :

Dan dari Anas, ia berkata: Adalah Sahabat-sahabat Rasululloh SAW. biasa menunggu isya’ yang akhir, sehingga kepala-kepala mereka menunduk, kemudian mereka sholat dan tidak berwudlu’. (HR Abu Dawud).

₪₪₪₪₪

.

■ Hadits No. 322 :


Dan dari Yazid bin Abdurrahman dan Qatadah dan Abil Aliyah dan Ibnu Abbas, bahwa Nabi SAW. bersabda: “Tidak ada wudlu’ bagi orang yang tidur dengan sujud, sampai ia tidur miring, karena apabila ia tidur miring lemaslah sendi-sendinya.”  Yazid di sini adalah Ad Dalani, Ahmad berkata: Dia tidak mengapa (yakni bukan orang cacat).

Syarih berkata: Tetapi sebagian Muhaddis (ahli hadits)
mendla’ifkan hadits Ad Dalani  ini, karena keMursal.*)annya. Syu’bah berkata: Sebenarnya Qatadah mendengar dari Abil Aliyah, empat buah hadits, lalu ia menyebut semuanya, dan hadits ini tidak termasuk di antaranya.

*) Klik Untuk penjelasan lebih lanjutnya …

₪₪₪₪₪

.

—————Perkataan “tetapi juga karena buang air besar, kencing dan tidur” itu, syarih berkata: ini dijadikan dalil oleh orang yang berpendapat bahwa tidur membatalkan (wudlu’). Dan Ulama’ telah berselisih pendapat tentang itu atas 8 madzhab. Pada akhirnya ia berkata: Madzhab yang ke-8 yaitu, bahwa apabila seseorang tidur dengan duduk yang pantatnya melekat di bumi, maka wudlu’nya tidak batal, baik sebentar maupun lama, baik ia didalam sembahyang maupun diluarnya.

—————Imam Nawawi berkata: ini menurut madzhab Syafi’i, dan bagi Syafi’i, bahwa tidur itu sendiri bukanlah suatu hadas, tetapi sebenarnya ia menjadi pertanda atas keluarnya angin, dan dari perkataan ini adalah hadits Ibnu Abbas dan Mu’awiyah, hal ini menurutnya adalah pendapat yang lebih dekat kebenarannya, dan dengan ini dikompromikan antara dalil-dalil tersebut: Selanjutnya Syarih berkata: Walhasil, bahwa hadits-hadits yang memutlakkan tidur, dibawa kepada arti muqayyad, (Secara bahasa, kata muqayyad berarti terikat) khusus tidur berbaring. (Tetapi dalam hadits-hadits lain disebutkan, bahwa orang yang mengantuk tidak boleh mengerjakan sholat).

FAEDAH : Imam Nawawi berkata: Dan Ulama’ sepakat, bahwa hilangnya kesadaran sebab gila, pingsan, mabuk, sebab khamr atau  nabidz atau bius atau obat, adalah membatalkan wudlu’, baik sebentar atau lama, baik menetapkan pantatnya atau tidak.  Perkataan “mata itu tutup dubur” itu, syarih berkata: As sah dibaca as sah maknanya adalah dubur. Dan dua buah hadits itu menunjukkan bahwa tidur itu menyebabkan batalnya wudlu’, tetapi bukan  tidurnya yang membatalkannya.

—————Perkataan “tidak ada wudlu’ bagi orang yang tidur di waktu sujud, sampai ia berbaring” itu, syarih berkata: Hadits ini menunjukkan, bahwa tidur tidak membatalkan wudlu’ kecuali dalam keadaan berbaring. Dan pembicaraan tentang ini telah terdahulu,  dan itulah yang kuat. (Kami berpendapat, bahwa tidur dalam keadaan bagaimana pun tidak membatalkan wudlu’ )

.

.

POSTING |92| Samina, Waatona !.

.

______________________________

.

About Yoyo Suryo Sugiharto K


Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: